HANIK ENDANG NIHAYATI

Berpacu menjadi yang terbaik

Diagnosis Keperawatan Jiwa

diposting oleh hanikendangnihayati-fkp pada 22 March 2017
di Magister Keperawatan - 22 komentar

Mohon reply komentar pada materi diagnosis keperawatan jiwa ini utk @individu, berikutnya di presentasikan tgl 23 Maret 2017.

Download Materi

22 Komentar

Sri Widowati

pada : 22 March 2017


"Resiko Perilaku Kekerasan.Didalam SDKI diagnosa tersebut sudah ada dengan diagnosa Perilaku kekerasan.
Gangguan sensori persepsi: Halusinasi.Diagnosa ini juga sudah tercantum dalam SDKI, hanya perlu penambahan pada penjelasan secara menyeluruh untuk kasus gangguan jiwa.
Gangguan Proses pikir.Dalam SDKI yang tercantum hanya waham, sementara masih ada beberapa gangguan proses pikir yang perlu dimasukkan, yaitu gangguan isi pikir dan bentuk pikir.
Isolasi Sosial.Sudah ada di SDKI,disamping juga gangguan interaksi dan kerusakan komunikasi verbal.
Resiko bunuh diri.Sudah adadi SDKI juga diagnosa mutilasi diri.
Defisit Perawatan Diri.Perlu ditambahkan untuk sindrom defisit perawatan diri di mana untuk klien yang mengalami defisit perawatan diri lebih dari satu.
Gangguan Konsep diri HDR.Sudah ada di SDKI, baik yang HDR situasional maupun kronis, ketegangan peran dan konsep diri lain.
Ansietas.Sudah ada di SDKI
Kehilangan.Sudah ada di SDKI, ketidakberdayaan, keputusasaan, resiko ketidakberdayaan.
"


gandes widya hendrawati

pada : 22 March 2017


"1. belum semua masalah gangguan jiwa tercantum dalam SDKI
2. masalah yang belum tercantum:
a. depresi
b. napza
c. ADHD
d. autisme
e. mania"


Endri Eka Y

pada : 22 March 2017


"setelah saya baca dari buku SDKI terkait diagnosa psikososial yang sudah dimunculkan, perlu ditambahkan diagnosa - Pada anak dengan berkebutuhan khusus seperti ADHD, autis, RM.
- Pada remaja perlu untuk ditambahkan diagnosa pada masalah penyalahgunaan NAPZA
- Juga yang belum nampak dalam buku SDKI untuk masalah depresi.
"


Siti Kotijah

pada : 22 March 2017


"buku standar diagnosis keperawatan indonesia (SDKI)belum semua mencakup diagnosis keperawatan jiwa.diagnosis yang belum ada yaitu :
a. Depresi
b. gangguan jiwa pada anak dan remaja seperti:
-Retardasi mental (RM)
-Gangguan perilaku (ADHD)
-Gangguan sosialisasi (Autisme)
-Ganggguan tingkah laku
-Gangguan berbahasa ekspresi
-Mutisme selektif
c.withdrawl sindrom
d.child abuse

keseluruhan diagnosa ini perlu di masukkan dalam buku SDKI untuk melengkapi diagnosa-diagnosa yang muncul di masyarakat.
"


agung eko hartanto

pada : 22 March 2017


"pada SKDI yang telah ada 10 topik masalah keperawatan jiwa. tetapi untuk permasalahan anak dan remaja belum muncul. permasalahan NAPZA, anak autisme, depresi, keperawatan jiwa masyarakat.dan lansia. "


Henry Wiyono

pada : 22 March 2017


"berdasarkan dari sumber SDKI yang sudah saya baca masih ada beberapa diagnosis keperawatan jiwa yang perlu untuk dimasukan dalam SDKI ini salah satunye resiko / perilaku komsumtif yang berlebihan. hal ini penulis utarakan sehubungan dengan fenomena - fenomena yang terjadi dilapangan sekarang ini semakin berkembangan suatu bangsa semakin pula produk-produk yang mengikuti baik produksi local, regional maupun internasional yang tidak diikuti oleh perkembangan SDM dalam hal kognitif. fenomena lain yaitu sifat komsumtif atau perubahan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kebutuhan tetapi hanya keinginan sementara, semoga masukan ini dapat menambah wawasan diagnosis keperawatan jiwa sesuia dengan perkembangan jaman, terima kasih "


Sahriana

pada : 22 March 2017


"menurut pendapat saya, diagnosa keperawatan jiwa yang tercantum pada buku SDKI belumlah mencakup semua diagnosa keperawatan jiwa yang dibutuhkan. Perlu penambahan tentang diagnosa keperawatan jiwa pada kelompok khusus seperti pada anak dengan kebutuhan khusus, pengguna NAPZA, dsb."


Nansy Delia Pangandaheng

pada : 22 March 2017


"belum, beberapa diagnosa yang sering ditemukan di lapangan namun tidak dimunculkan di SDKI meliputi; halusinasi, waham, gangguan jiwa pada anak dan remaja"


zulvana

pada : 22 March 2017


"Di SDKI belum mencakup semua diagnosis
keperawatan jiwa yang kita butuhkan.
Gangguan Proses pikir.Dalam SDKI yang tercantum hanya waham, yang belum ada gangguan isi pikir dan bentuk pikir.
Defisit Perawatan Diri.Perlu ditambahkan untuk defisit perawatan diri Mandi,defisit perawatan diri Berpakaian,defisit perawatan diri Makan, defisit perawatan diri Toileting,defisit perawatan diri Berhias.
"


Nikodemus Sili Beda

pada : 22 March 2017


"Dari diagnosa yang muncul dalam SDKI sudah muncul beberapa diagnosa umum yang sering di temukan namu dalam SDKI bemum memuat beberapa diagnosa yang spesifik kepeda remaja dan anak, selain itu belum masuk sepertii depresi dan diagnosa untuk keperawatan jiwa pada masyarakat. "


Nurul Arifah

pada : 22 March 2017


"Setelah memperhatikan isi dari buku SDKI, ada beberapa hal yang mungkin dapat ditambahkan untuk melengkapi terutama berkaitan dengan keperawatan jiwa. Diantaranya mengenai kasus atau masalah pada anak dan remaja juga lansia. Selain itu, ada hal lain yang juga menurut saya perlu, yaitu masalah atau kecenderungan kasus kejiwaan yang (mungkin) terjadi di lingkup keluarga dan kesehatan jiwa masyarakat. Dalam penjabarannya, perlu disertakan adanya definisi yang membatasi dan juga tanda gejala mayor dan minor serta indikator subjektif dan objetifnya. Sehingga, hal tersebut dapat menjadi bahan acuan standar dalam penetapan diagnosa keperawatan jiwa di keluarga dan komunitas (masyarakat) dengan jelas."


Muhammad luthfi

pada : 23 March 2017


"Setelah saya melihat buku terbitan PPNI yaitu Standart diaqnosa keperawatan indonesia (SDKI). Dapat saya simpulkan : Belum semua diaqnosa keperawatan jiwa ada pada buku tersebut. Seperti depresi, RM, gangguan akibat psikotropika, dll. Dan mungkin perlu penambahan pada penjelasan secara menyeluruh untuk diaqnosa gangguan jiwa."


Dhia Diana Fitriani

pada : 23 March 2017


"Menurut pendapat saya, diagnosa keperawatan jiwa dalam buku SDKI belum mencakup semua diagnosa keperawatan jiwa. Masih terdapat beberapa diagnosa yang tidak ada, misalnya halusinasi, sindrom pasca trauma, depresi, dlll. Buku SDKI mengkategorikan diagnosa dalam sub-sub kategori, contohnya diagnosa resiko bunuh diri yang dikategorikan dalam lingkungan. Sedangkan resiko bunuh diri dapat didapat dari lingkungan, psikologis, maupun fisiologis (usia, selanjutnya dikaitkan dengan depresi)"


Maulana Rahmat Hidayatullah

pada : 23 March 2017


"Menurut saya masih perlu pengembangan diagnosa agar lebih spesifik, contohnya diagnosa gangguan persepsi sensori menurut saya terlalu luas cakupannya jika dijadikan satu diagnosa saja, sebagaimana kita tahu gangguan persepsi sensori ada ilusi, halusinasi, depersonalisasi, derealisasi, dan tiap-tiap jenis gangguan persepsi sensori tersebut masing-masing memiliki definisi, penyebab, tanda gejala mayor dan minor yang berbeda. Hal ini juga tampak pada diagnosa DPD yang harusnya di bedakan 4 jenis DPD yakni mandi, toileting, berhias, dan makan yang tentunya masing-masing memiliki definisi, penyebab, tanda gejala mayor dan minor yang berbeda pula.

Opini saya jika diagnosanya terlalu umum/tidak spesifik maka dampaknya adalah dalam penentuan outcome dan intervensinya juga tidak bisa spesifik.

Terima kasih."


Titik Nuryanti

pada : 23 March 2017


"dalam buku SDKI yang saya baca perlunya adanya diagnosa penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada tingkatan usia. khususnya pada anak-anak."


IRA AYU MARYUTI

pada : 23 March 2017


"Menurut saya, diagnosa keperawatan jiwa yang perlu ditambahkan pada SDKI adalah: gangguan isi dan bentuk pikir, (defisit perawatan diri dan halusianasi perlu dijelaskan setiap bagiannya), depresi, dan gangguan jiwa yang sering terjadi pada usia anak dan remaja (misal: autisme, ADHD, napza). Terima kasih"


Rustafariningsih

pada : 23 March 2017


"Dalam buku SDKI sebenarnya telah mencakup 7 diagnosa keperawatan yang sering muncul pada pasien gangguan jiwa. Ada beberapa tambahan yang diagnosa yang dituliskan di SDKI antara lain yang menarik perhatian saya adalah
1. Kesiapan Konsep Diri. Setelah saya baca, menurut saya ini bukanlah masalah keperatan. Karena sesuai dengan definisi dari diagnosa keperawatan menurut gordon adalah adanya masalah kesehatan aktual dan potensial dimana perawat berdasarkan pendidikan dan pengalamannya mampu dan mempunyai kewenangan untuk memberikam tindakan keperawatan. Pada diagnosa tersebut dari definisi dan tanda gejala menunjukan perilaku yang adaptif.
2. Ganggaun pada tumbuh kembang belum dibuat sebagai suatu katagori tersendiri. Gangguan jiwa disebabkan karena kegagalan individu dalam melewati fase tumbuh kembangnya."


Rustafariningsih

pada : 23 March 2017


"Diagnosa dalam keperawatan jiwa sudah dikembangkan di SDKI dengan tambahan resiko HDR (kronis dan situasional), selain ada gangguan interaksi sosial juga dimunculkan isolasi sosial. Hal ini akan berdampak pada intervensi yang harus dibuat sesuai dengan diagnosa yang dimunculkan, sehingga harapannya intervensi keperawatan jiwa akan lebih banyak lagi."


Rustafariningsih

pada : 23 March 2017


"Diagnosa dalam keperawatan jiwa sudah dikembangkan di SDKI dengan tambahan resiko HDR (kronis dan situasional), selain ada gangguan interaksi sosial juga dimunculkan isolasi sosial. Hal ini akan berdampak pada intervensi yang harus dibuat sesuai dengan diagnosa yang dimunculkan, sehingga harapannya intervensi keperawatan jiwa akan lebih banyak lagi."


Rustafariningsih

pada : 23 March 2017


"Dalam buku SDKI sebenarnya telah mencakup 7 diagnosa keperawatan yang sering muncul pada pasien gangguan jiwa. Ada beberapa tambahan yang diagnosa yang dituliskan di SDKI antara lain yang menarik perhatian saya adalah
1. Kesiapan Konsep Diri. Setelah saya baca, menurut saya ini bukanlah masalah keperatan. Karena sesuai dengan definisi dari diagnosa keperawatan menurut gordon adalah adanya masalah kesehatan aktual dan potensial dimana perawat berdasarkan pendidikan dan pengalamannya mampu dan mempunyai kewenangan untuk memberikam tindakan keperawatan. Pada diagnosa tersebut dari definisi dan tanda gejala menunjukan perilaku yang adaptif.
2. Ganggaun pada tumbuh kembang belum dibuat sebagai suatu katagori tersendiri. Gangguan jiwa disebabkan karena kegagalan individu dalam melewati fase tumbuh kembangnya."


Wildan Akasyah

pada : 11 April 2017


"Buku SDKI menurut pendapat saya belum semua tercakup terkait diagnosis keperawata jiwa. Jadi perlu penambahan dan penyempurnaan diagnosis jiwa agar kedepannya lebih representative dan dapat segera dijadikan rujukan referensi baik didalam pengembangan Pendididikan Keperawatan, Maupun Pelayanan Medis. Perlu penambahan diagnosis keperawatan jiwa zero diantaranya
1. gangguan jiwa pada anak dan remaja seperti:
-Retardasi mental
-ADHD
-Autisme
-Ganggguan tingkah laku
-Gangguan berbahasa ekspresi
-Penyalahgunaan obat

2. Diagnosis resiko baik di Rs umum atau di Masyarakat Komunitas
3. Penyempurnaan diagnosis jiwa di rsj

Terimaksih, semoga SDKI lebih representative kedepannya ,"


Rustafariningsih

pada : 11 April 2017


"Menurut saya diagnosa keperawatan jiwa yg tertuang dalam SDKI sdh banyak pengembangannya, tp untuk area tertentu msh minim atau bahkan belun tersentuh yaitu untuk jiwa anak remaja, NAPZA dan psikogeriatri. Seanjutnya perlu ditetapkan juga intervensi keperawatan untuk masing2 diagnosa keperawatan. Selana ini untuk intervensi keperawatan jiwa menggunakan NIC NOC atau EBN. Sehingga perlu adanya panduan untuk pelaksaan intervensi keperawatan yang bisa diberlakukan jg sebagai panduan di seluruh Indonesia. Diagnosa keperawatan tanpa diikuti dengan intervensi keperawatan tidak akan mampu laksana ditatanan nyata."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :