HANIK ENDANG NIHAYATI

Berpacu menjadi yang terbaik

Assertiveness Training (AT)

diposting oleh hanikendangnihayati-fkp pada 10 March 2017
di Keperawatan jiwa - 0 komentar

Menurut Vernon (1989, dalam Rezan dan Zengel, 2009), keasertifan merupakan kesesuaian ekspresi seseorang tentang perasaan, keyakinan, dan pendapat. Hopkins (2005) menyatakan Assertiveness Training adalah terapi untuk melatih kemampuan seseorang dalam menyampaikan pendapat, perasan, sikap dan hak tanpa disertai adanya perasaan cemas. Menurut Salter (2002, dalam Mavrodiev dan Peneva, 2013) bahwa terdapat 6 (enam) karakteristik kepribadian asertif dalam diri seseorang, yaitu:

  1. Menggunakan perasaan secara terbuka dalam berbicara
  2. Mengungkapkan perasaan dengan tepat dan langsung saat berbicara
  3. Mampu menyanggah dan menentang pendapat orang lain secara langsung melalui ungkapan yang jelas dan tidak menyakiti perasaan
  4. Menggunakan kata “saya” dalam ungkapan yang didasarkan pada fakta bukan opini pribadi
  5. Menerima pujian dengan sopan, sebagai ungkapan rasa hormat dan penilaian seseorang atas kekuatan dan kemampuan diri
  6. Penolakan dan keinginan bertindak dalam diri merupakan pengembangan kehendak hati dari diri sendiri

Lazarus (1973, dalam Mavrodiev dan Peneva, 2013) menambahkan bahwa seseorang yang asertif memiliki kemampuan untuk berbicara secara langsung dalam mengungkapkan keinginan dan kebutuhan, mengatakan tidak, mengungkapkan perasaan negatif dan positif, dan kemampuan mempertahankan kontak untuk memulai, menjaga dan mengakhiri sebuah percakapan.

Assertiveness Training merupakan tindakan untuk melatih seseorang dalam mencapai perilaku asertif (Kaplan dan Sadock, 2010). Menurut Jakubowski dan Lange (1976, dalam Mavrodiev dan Peneva, 2013), bahwa Assertiveness Training merupakan respon secara asertif bagaimana membuat suatu permintaan, mengekspresikan perasaan, menerima kritik, serta menerima dan membuat pujian.  Assertiveness Training merupakan komponen dari terapi perilaku dan suatu proses individu belajar mengkomunikasikan kebutuhan hak, menolak permintaan, mengekspresikan perasaan positif dan negatif secara terbuka, jujur, langsung dan sesuai pemahaman, serta menggunakan respon asertif dalam mempertahankan hak dan respek terhadap hak orang lain (Fortinash, 2003 dalam Gowi, 2011).

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :