HANIK ENDANG NIHAYATI

Berpacu menjadi yang terbaik

Tanda dan Gejala Marah pada Perilaku Kekerasan

diposting oleh hanikendangnihayati-fkp pada 10 March 2017
di Keperawatan jiwa - 0 komentar

Menurut Muhith (2015), kemarahan dinyatakan dalam dua bentuk perilaku, yaitu perilaku kekerasan dan diam seribu bahasa. Tanda dan gejala marah yang merujuk pada perilaku kekerasan antara lain:

  1. Perubahan fisiologis

Perubahan fisiologis yang terjadi meliputi peningkatan tekanan darah, denyut nadi, dan pernafasan. Adanya dilatasi pupil, peningkatan tonus otot, mual, frekuensi buang air besar meningkat, dan refleks tendon yang meningkat (Muhith, 2015).

 

 

  1. Perubahan emosional

Perubahan emosional menunjukkan mudah tersinggung, tidak sabar, frustasi, ekspresi wajah tegang, kepala terasa berdenyut, wajah terasa terbakar dan kehilangan kontrol diri saat mengamuk (Muhith, 2015).

  1. Perubahan perilaku

Perubahan perilaku yang berkaitan dengan marah diantaranya: menyerang atau menghindar (fight or flight), menyatakan secara asertif, memberontak, dan perilaku kekerasan.

Menurut Yosep (2010) perilaku yang berhubungan dengan agresi diantaranya:

  1. Agitasi motorik menunjukkan klien bergerak cepat, tidak mampu duduk diam, kepalan tangan mengapit kuat, memukul dengan tinju kuat, respirasi meningkat, dan membentuk aktivitas motorik tiba-tiba (katatonia).
  2. Verbal menunjukkan ancaman pada objek yang tidak nyata, mengacau minta perhatian, bicara keras-keras, dan menunjukkan adanya delusi pikiran paranoid
  3. Afek didapatkan marah, permusuhan, kecemasan yang ekstrim, mudah terangsang, euphoria tidak sesuai atau berlebihan, dan afek labil.
  4. Tingkat kesadaran menunjukkan kebingungan, status mental berubah tiba-tiba, disorientasi, kerusakan memori, dan tidak mampu dialihkan.

 

2.1.1          Diagnosa Keperawatan Perilaku Kekerasan

Diagnosa keperawatan merupakan kesimpulan dari status kesehatan klien dan produk dari aktivitas diagnosis (Muhith, 2015). Diagnosis keperawatan sebagai dasar pengembangan rencana intervensi keperawatan dalam rangka mencapai peningkatan pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan klien.

Rumusan diagnosa keperawatan pada perilaku kekerasan menurut Yosep (2007 dalam Muhith, 2015) adalah

  1. Resiko mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan

Diagnosa ini mempunyai makna bahwa individu beresiko untuk memunculkan perilaku membahayakan diri sendiri secara fisik, emosional dan atau seksual (Wilkinson, 2013).

  1. Perilaku kekerasan

Diagnosa ini menunjukkan bahwa adanya perilaku individu yang mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan (Muhith, 2015).

  1. Gangguan konsep diri: harga diri rendah

Diagnosa ini menunjukkan bahwa klien mengalami hilang kepercayaan diri dan merasa gagal dalam mencapai keinginan (Muhith, 2015).

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :