HANIK ENDANG NIHAYATI

Berpacu menjadi yang terbaik

Rentang Respon Perilaku Kekerasan

diposting oleh hanikendangnihayati-fkp pada 10 March 2017
di Keperawatan jiwa - 0 komentar

Marah merupakan suatu bentuk komunikasi dan proses penyampaian pesan dari individu (Yosep, 2010). Respon marah seseorang berbeda-beda tergantung dari pengendalian diri masing-masing individu. Perilaku asertif merupakan respon adaptif, sedangkan agresif dan kemarahan merupakan respon maladaptif. Perasaan marah normal bagi setiap individu, namun perilaku yang dimanifestasikan oleh perasaan marah dapat berfluktuasi sepanjang rentang respon adaptif dan maladaptif (Keliat 1996, dalam Muhith, 2015)

 

 
 
  1. Asertif

Respon asertif merupakan respon pengungkapan marah tanpa menyakiti, melukai perasaan orang lain, tanpa merendahkan harga diri orang lain (Keliat, 1996 dalam Muhith, 2015). Orang yang asertif mampu melakukan tindakan yang sesuai untuk mencapai tujuan tanpa melanggar hak-hak orang lain. Perilaku asertif merupakan respon marah yang adaptif.

  1. Frustasi

Frustasi adalah respon yang timbul akibat gagal mencapai tujuan atau keinginan, tidak realitas/ terhambat (Yusuf, 2015). Frustasi dapat dialami sebagai suatu ancaman dan kecemasan yang dapat berakibat menimbulkan kemarahan. Frustasi merupakan respon lanjutan dari perilaku asertif dalam rentang respon marah seseorang.

  1. Perilaku pasif/ permisif

Perilaku pasif merupakan respon dimana individu tidak mampu mengungkapkan perasaan yang dialami, sifat tidak berani mengemukakan keinginan dan pendapat sendiri, tidak ingin menjadi konflik karena takut akan tidak disukai atau menyakiti perasaan orang lain (Keliat, 1996 dalam Muhith, 2015). Perilaku ini merupakan respon lanjutan dalam rentang respon marah, individu yang mengalami respon ini tidak mampu mengungkapkan perasaannya dan terlihat menyerah. Salah satu alasan orang melakukan respon pasif karena individu tersebut takut, malas, atau karena tidak mau terjadi konflik (Keliat, 1996 dalam Muhith, 2015).

  1. Agresif

Perilaku agresif merupakan perilaku destruktif yang masih terkontrol (Yusuf, 2015). Perilaku ini memperlihatkan ancaman, kata-kata kasar dan terdapat kontak fisik terhadap orang lain, tetapi masih bisa dikendalikan oleh pelaku. Menurut Yosep (2010), ekspresi perilaku ini terjadi secara fisik, tapi masih terkontrol, mendorong orang lain dengan ancaman.

  1. Amuk

Amuk atau dapat disebut juga perilaku kekerasan adalah perasaan marah dan bermusuhan yang kuat dan hilang kontrol, disertai amuk, merusak lingkungan (Yosep, 2010). Perilaku amuk merupakan bentuk perilaku destruktif yang tidak dapat dikontrol (Yusuf, 2015). Perilaku amuk merupakan rentang yang paling tinggi dalam rentang respon marah, perilaku ini mencederai secara langsung diri sendiri, orang lain dan merusak lingkungan

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :