HANIK ENDANG NIHAYATI

Berpacu menjadi yang terbaik

Klasifikasi Halusinasi

diposting oleh hanikendangnihayati-fkp pada 08 March 2017
di Keperawatan jiwa - 0 komentar

Klasifikasi halusinasi

Klasifikasi halusinasi berdasarkan organ sensori:

  1. Halusinasi auditori : pasien mendengar suara yang membicarakan, mengejek, menertawakan atau mengancam padahal tidak ada suara disekitarnya. Halusinasi komen adalah suara yang didengar klien untuk melakukan sesuatu, sering membahayakan dan melakukan kekerasan pada diri sendiri.

Pada halusinasi auditori dibedakan menjadi :

  1. Pseudo halusinasi: ada 2 tipe yaitu pasien memiliki gangguan persepsi dan pasien menyadari persepsi yang timbul dari suatu subjek
  2. Fungsional halusinasi: stimulus merupakan salah satu modal sensori  halusinasi yang dipersepsikan sendiri  dan keseluruhan. Contohnya pasien mendengar suara Tuhan saat ia mendengar suara air.
  3. Refleks halusinasi : stimulus merupakan salah satu modal sensori penyebab halusinasi. Contohnya pasien merasa nyeri pada tangannya saat orang lain bersin.
  4. Ekstracampine halusinasi: seseorang dapat melihat stimulus diluar persepsi normal. Contohnya pasien di Kuala Lumpur mendengar suara dari Inggris (Bapputy, et al., 2008).
  5. Halusinasi visual : pasien melihat pemandangan orang binatang atau sesuatu yang tidak ada
  6. Halusinasi peraba (taktil) : individu yang bersangkutan merasa ada seseorang yang meraba atau memukul. Bila rabaan ini merupakan rangsangan seksual halusinasi ini disebut halusinasi heptik.
  7. Halusinasi gustatori : biasanya terjadi bersamaan dengan halusinasi bau. Pasien merasa (mengecap) suatu rasa dimulutnya. Rasa yang biasa dirasakan adalah logam dan pahit.
  8. Halusinasi olfaktori : halusinasi ini jarang didapatkan. Pasien yang mengalami mengatakan mencium bau-bauan seperti bunga, bau kemenyan, bau mayat, yang tidak ada sumbernya. Halusinasi ini sering terjadi pada klien schizophrenia, demensia, kejang dan kerusakan cerebrovaskuler.
  9. Halusinasi kenestetik : klien mengatakan bahwa dia merasa fungsi tubuhnya itu tidak seperti biasanya. Seperti sensasi selalu ingin buang air kecil dan dia merasakan ada impuls yang menuju otaknya.  (Videbeck, 2011)
  10. Halusinasi kinestetik : klien menyatakan bahwa dia bergerak, tetapi tidak ada pergerakan. Seperti klien merasakan melayang di atas tanah. (Videbeck, 2011)
  11. Halusinasi Viseral : perasaan tertentu timbul di dalam tubuhnya (Maramis, 1998).
  12. Halusinasi hipnagogik : terdapat pada kalanya pada seseorang yang normal, tepat sebelum tertidur persepsi sensorik bekerja salah (Maramis, 1998).

10.  Halusinasi hipnopompik : terdapat ada kalanya pada seorang yang normal, terjadi tepat sebelum terbangun dari tidurnya (Maramis, 1998).

11.  Halusinasi histerik : timbul pada nerosa histerik karena konflik emosional (Maramis, 1998)

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :